PENTINGNYA PENDIDIKAN POLITIK SEJAK USIA DINI
Pendidikan politik sejak usia dini
dinilai sangat penting untuk dilakukan. Cara ini diyakini akan
memberikan dampak positif sangat besar bagi generasi penerus bangsa. Hal
itu penting, bahwa negara harus mengenalkan politik kepada setiap warga
negara sejak dini. Bagaimanapun negara sudah menjamin hak-hak semua
warga negara sejak dalam kandungan. Karena harus kenal sejak dini
bagaimana negara ini harus berjalan dan memenuhi kebutuhannya
Dari hasil berbagai penelitian yang
dimuat berbagai media massa, Indonesia menempati peringkat terendah di
negara ASEAN dalam hal kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini
terjadi karena selama ini perhatian kita terhadap pendidikan, khususnya
pendidikan bagi anak usia dini demikian rendah. Padahal pengembangan
kualitas sumber daya manusia haruslah dimulai sejak dini. Laporan hasil
analisis dari Tim Education for All pada tahun 2001 menyadarkan kita
bahwa masih banyak anak-anak yang berusia dini (0-8 tahun) yang belum
terlayani pendidikannya. Dari data tahun 2000 dari sekitar 26 juta anak
usia 0-8 tahun lebih dari 80% belum mendapatkan layanan pendidikan dini
apapun.
Sementara kondisi yang ada pada
negara-negara maju konsep pembangunan sumber daya manusia telah mereka
lakukan sejak masa usia dini, seperti di Singapura dan Korea Selatan
hampir seluruh anak usia dini telah dilayani Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) bahkan di negara Malaysia yang dulunya belajar di Indonesia
sekarang ini pelayanan PAUD sudah mencakup 70%.
Dari data yang ada pendidikan politik
secara dini diharapkan mampu memberikan pembelajaran generasi penerus
bangsa yang mengikuti pelatihan tata cara berparlemen dan bisa
mengembangkan bakat, kemamupuan diri secara benar dan tepat. Selain itu
melalui pelatihan tersebut para anak yang berusia antara 7-15 tahun tahu
bagaimana caranya untuk menyatakan pendapat di muka umum. Jadi
anak-anak itu bisa tahu bagaimana dia menyuarakan aspirasi
teman-temannya, kawan-kawan, ataupun orang tua dalam sebuah forum.
Adapun, hal lain yang juga diperoleh
anak-anak dengan pendidikan politik sejak dini adalah mereka akan paham
bagaimana tidak bersikap curang. Seorang politikus sejati, harus mampu
mengimplementasikan sikap-sikap politiknya tanpa harus merugikan pihak
lain meskipun tujuannya tetap harus tercapai. Ini menjadi penting guna
pendidikan politik yang minimal dia bisa pahami bahwa mengelola negara
itu tidak boleh culas, tidak boleh curang, tidak boleh nyontek
-(kira-kira seperti itu)-. Kalau mengerjakan ujian tidak boleh nyontek,
tidak boleh suka meminta kepada temannya, tetapi harus memperbanyak
memberi kepada orang yang lain.
Hal terpenting yang harus diberikan
kepada anak-anak terkait pendidikan berpolitik itu sendiri adalah
tentang sikap mental dan moral. Misalnya dalam lingkungan, dia harus
bisa peduli pada lingkungannya. Dia harus bisa beri pertolongan bagi
yang membutuhkan. Itu menjadi penting untuk mereka terus kembangkan.
Terutama adalah kejujuran alami yang sekarang mereka masih miliki dan
harus terus dipupuk. Ini yang paling penting buat pembelajaran.
Sedangkan fungsi pendidikan bagi anak
usia dini tidak hanya sekedar untuk memberikan berbagai pengalaman
belajar seperti pendidikan pada orang dewasa, tetapi juga berfungsi
mengoptimalkan perkembangan kapabilitas kecerdasannya. Pendidikan di
sini hendaknya diartikan secara luas mencakup seluruh proses stimulasi
psikososial yang tidak terbatas pada proses pembelajaran yang dilakukan
secara klasikal. Artinya pendidikan dapat berlangsung dimana saja dan
kapan saja.
*Penulis adalah pemerhati politik dan sosial budaya dan bekerja sebagai Humas Lembaga PANCANAKA JakartaAbout these ads





